Griya-nipun Ferry Hendrayana

tempat berlindung dari panasnya hidup ini

Tiket

Geram, kesal…entah apalah itu, setelah membaca berita tentang penjualan tiket sepakbola SEA GAMES 2011 di Jakarta yang membuat beberapa supporter kurang puas (lagi…). Sempat heran, karena ini bukan pertama kalinya terjadi. Dulu AFF juga mengalami kejadian yang sama, saya kira masalah yang sama tidak akan terjadi kembali. Seharusnya kita dapat belajar dari pengalaman sebelumnya.

Saya sendiri pernah berniat untuk mengantri tiket di Senayan waktu AFF, karena di tiket online tak didapat. Tapi begitu melihat antrian yang begitu panjang, suasana yang sudah begitu padat, waktu yang sudah menjelang sore akhirnya aku membatalkan niatan itu.

Banyak saya jumpai calo-calo tiket yang berkeliaran di sekitar stadion

Mas nyari tiket ya ?
iya pak…. tapi antriannya panjang banget…
beli di saya aja mas….
hem…..
bentar lagi loketnya juga udah tutup, g bakalan dapat tiket….
berapa emangnya ?
cuman… ******
hah.. mahal amat mpe 3x lipat
iya mas… banyak yang nyari…

Terus terang saya rada malas untuk membeli tiket dari calo. Ada beberapa alasan untuk tidak membeli tiket dari calo

  1. Harga tiket jauh melebihi harga asli.
  2. Secara tidak langsung mendukung sistem percaloan.
  3. Hilangnya kesabaran, karena tidak antri..😀
  4. Tidak semua yang dijual calo adalah tiket asli.

Ada satu hal yang mengganjal menurut saya, karena saya belum pernah membeli tiket pertandingan sebelumnya. Ternyata tiket yang dibeli hanya berupa kwitansi saja, dan mereka harus menukarnya dengan tiket asli pada hari H pertandingan. Saya belum tahu kenapa kok tidak langsung diberikan tiket asli, apa tiketnya belum jadi ? atau tiket yang ready sudah habis ?

Sedikit membandingkan dengan pengalaman saya ketika mencari tiket untuk Moto GP. Seperti biasanya, saya mencari tiket online terlebih dahulu. Hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk melakukan proses transaksi pembelian tiket online, sangat mudah bukan? Tidak perlu panas-panasan, antri panjang lebar, dorong-dorongan dll. Tiket tersebut tinggal di print, bahkan tidak berwarna pun bisa, karena yang dibutuhkan adalah barcode tiket saja. Sehingga tidak perlu antri lagi untuk menukarkan tiket.

Dalam perjalanan menuju sirkuit, saya masih menemukan loket-loket tempat pembelian tiket. Ketika berada di sirkuit masih dijumpai juga calo-calo yang menawarkan tiket, walaupun tak seberapa.

Mungkin karena Moto GP adalah even international yang menyita perhatian dunia, sehingga benar-benar dilakukan secara professional. Namun SEA GAMES juga merupakan even internasional yang seharusnya dilakukan dengan professional juga.

Semoga kita dapat belajar banyak, sehingga kedepannya semakin lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: