Griya-nipun Ferry Hendrayana

tempat berlindung dari panasnya hidup ini

9 Bulan

Yups, 9 bulan sudah Saya meninggalkan tanah air tercinta untuk sekedar membawa dhengkul ini ke negara tetangga (baca Bhondo Dhengkul, artikel sebelum ini red). 9 bulan yang saya kira akan sangat lama, akhirnya terlewati sudah. Banyak pengalaman lucu, senang, sedih dll tumplek blek jadi satu selama 9 bulan ini.

Hal pertama yang mau Saya ceritakan adalah pengalaman lucu, karena Saya lebih suka sesuatu yang lucu. Bahkan ketika mengalami kesedihan, Saya selalu menganggapnya sebagai kelucuan karena dengan itu Kita akan mudah melaluinya. Jadi tidak ada kesedihan lagi, yang ada cuman kelucuan, kegembiraan dan lain sebagainya.

Berawal ketika mudik lebaran, Saya memutuskan untuk mudik menggunakan maskapai penerbangan yang mengklaim dirinya termurah. Perjalanan mudik sudah diawali semalam sebelum penerbangan, karena pada waktu itu pikiran ini sudah berada di rumah. Sehabis sahur, Saya sudah siap untuk melakukan mudik yang pertama kalinya dari negeri tetangga.

Selama perjalanan mudik, saya sempat kaget karena sepanjang jalan yang dilewati bus tidak ada kepadatan lalu lintas. Hal sebaliknya ditemukan di Indonesia, dimana ketika beberapa hari menjelang Lebaran, arus kendaraan selalu padat.

1 jam perjalanan akhirnya menginjakan kaki di bandara internasional. Karena salah memperhitungkan waktu perjalanan, Saya tiba terlalu awal

jam berapa ini ?
jam 11
wa..masih lama banget
iya flightnya jam 7 sore
mendinglah daripada telat

Ya kawan, saya harus menunggu hampir setengah hari untuk terbang ke tanah air tercinta. Tidak ada yang bisa diperbuat selain menunggu. Setelah bosan menunggu lama, akhirnya saya memutuskan untuk berjalan-jalan mencari sesuatu oleh-oleh di bandara ini. Kata temen kantor, barang di bandara lebih murah daripada harga dipasaran karena tidak terkena pajak alias tax free.

Setelah Berjalan mengelilingi bandara internasional yang tidak begitu luas ini, saya tidak menemukan barang yang katanya lebih murah tadi. Karena barang di bandara ternyata lebih mahal dari yang ada dipasaran, sesuai dengan perkiraanku.

Waktu berjalan melambat, akhirnya sampailah saat harus check-in. Ini yang aku suka karena sebentar lagi akan berangkat. Setelah check-in saatnya untuk masuk ke ruang tunggu. Diruang tunggu ini saya baru melihat ramainya penumpang yang menunggu pesawat. Karena di bandara internasional, banyak macam bahasa yang saya dengar,

hi…how is your holiday ?
nice….where do you want to go?
i want to go to BALI….i’m so excited…
so do i…i’ve heard BALI is nice…
BALI here i come….

Ya Bali kawan….aku mendengar kata BALI…!!!!!!!!, rasanya sudah semakin dekat aku ke tanah air tercinta.

*tiba-tiba ada yang mencolek punggung ini…..
mas, nyuwun sewu…..
inggih pak…*masih kaget
pesawat nang bali, budale jam piro mas ?
jam 05.40 *menunjuk ke papan pengumuman
lek pesawat nang singapura ?
Jam 06.30 pak
lek pesawat ng suroboyo, budale jam piro mas ?
jam 07.00 pak, badhe ten suroboyo nopo pak?
mboten mas…heheheheh
ajenge ten pundhi pak..???
mboten ten pundhi-pundhi mas…
lha terus kok sampeyan takon jadwal pesawat ?
kulo mung badhe manjer layangan mas, hehehehhe

Semakin terbawa suasana, mendengarkan orang berbicara mengunakan bahasa jawa….Surabaya sudah terasa begitu dekat kawan..!!!!!

mas-mas bangun..!!!!
owhh… iya mas…*bangun dan terkejut
pesawat ke Surabaya mau berangkat…
iya mas terima kasih… *tergesa-gesa mengambil tas untuk berangkat…

Saat memasuki pesawat pun tiba. Begitu masuk ke dalam pesawat suasana menjadi lebih ramai….

pak.. ojo lungguh nang kono
lha lapo buk ???
g enak ng kono, lungguh ng kene ae….
yo wis aku tak lungguh kene ae….

Begitu orang tadi mau duduk di kursi tersebut tiba-tiba…

lho pak…aku arep lungguh kono…
lha ki onok bojoku ng kene mas…
wa.. g ngerti aku pak, pokoke aku lungguh kono..
g iso pak…aku lungguh kono…
aku..
aku…
aku…

Pesawat saat itu lebih terasa seperti bus, karena pada berebut kursi. Saya dengan tenang melihatnya, karena saya sudah memesan nomor kursi saat melakukan pemesanan online. Mata ini langsung terbuka lebar, ternyata tempat duduk yang diperebutkan oleh kedua orang tadi adalah tempat duduk yang aku pesan 11A. Sementara proses perebutan kursi masih berjalan dengan seru-serunya, aku memilih tempat duduk yang kosong

*)ah.. ketimbang melu rame-rameni
enakan lungguh ng kene….
sing waras, ngalahhhh…..

maaf mas…ini tempat duduk saya..*sambil menunjukan tiket…
owhh iya mas, maaf ya… *berdiri dan kebingungan karena tidak ada tempat duduk yang kosong

ahhh… terpaksa harus mengikuti turnamen perebutan kursi……

*Sedang mengikuti perebutan kursi yang sedang seru-serunya….

2 responses to “9 Bulan

  1. rha November 10, 2011 pukul 5:12 pm

    *berdiri dan kebingungan karena tidak ada tempat duduk yang kosong* –> iki sakjane numpak opo se Fer😀
    ~ayo ditunggu lanjutane cak~

  2. Julia November 24, 2011 pukul 1:37 pm

    Ikut ketawa membacanya….perasaan jauh dari tempat asal pernah banget kurasakan. jadi keinget masa2 merantau…hik..hiks…:(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: