Griya-nipun Ferry Hendrayana

tempat berlindung dari panasnya hidup ini

Jalan Masih Panjang

Dari surabaya

jalan masih panjang teman….
iya aku juga udah tau
lalu untuk apa dikau masih tetap di halte itu .??
capek, duduk sebentar sambil nunggu bus…
bus nya tidak akan datang kawan…
bagaimana kau tahu.?
lihat saja debu lebat ini menutupi jalanan
terus…??
sudah lama jalanan ini tidak dilalui kendaraan..
apapun yg terjadi aku kan tetap menunggu disini..
ya sudah… kalo itu kemauanmu…
yups..
selamat tinggal kawan aku kan berjalan
hati-hati dijalan…

Selang beberapa jam, bus yang ditunggu akhirnya tiba dan dengan santainya dia masuk ke dalam bus. Begitu nyaman bagi dia berada dalam bus, dalam benaknya terbesit pertanyaan bagaimana keadaan temannya yang memutuskan untuk menempuh jalan yang panjang dengan jalan kaki.?

Namun selang beberapa jam, kondektur bus mulai menarik biaya bus…

karcis..karcis…karcis mas….
iya berapaan mas..??
5 ribu mas..
o ya.. bentar ya mas… (mencari dompet….)
kenapa mas..??
maaf mas dompet saya dibawa temenku yang sedang jalan kaki….

3 responses to “Jalan Masih Panjang

  1. makarim Desember 23, 2009 pukul 8:37 am

    Woeh… wes teko suro madu rekk !!!..
    “jalan masih panjang” -> wes dang nikah wae…
    wakakakakak

  2. Tatas Wicaksono Januari 5, 2010 pukul 9:24 pm

    pantes koncomu tenang ae fer, wong deweke mari njupuk dompetmu, hehe..

    btw, melu2 theme-ku rek saiki, hehe😀

  3. noval Februari 25, 2010 pukul 12:49 pm

    hahaha … jalan memang masih panjang fer😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: