Mungkin yang satu ini sudah banyak kita lupakan..sering kali kita angkuh berlagak seperti yang paling hebat tanpa melihat orang laen, diatas langit masih ada langit lagi.
Saya pernah mempunyai pengalaman ketika saya berbicara dengan orang yang lebih ‘tua’ dari saya, pertama kali orangnya bilang …
“sampeyan..badhe tindak pundhi..mas..?”
[lho orang ini ko sopan ya ngomongnya..padahal dia 'lebih tua' daripada aku ko pake sampeyan.??]
Sopan santun atau istilahnya toto kromo dalam bahasa jawa, menurut saya adalah suatu tindakan atau perkataan untuk menghormati orang lain yang biasanya dilakukan untuk orang yang ‘lebih … ‘
Namun tak hanya kepada orang yang ‘lebih’ melainkan kepada semuanya baik itu tua, muda, laki-laki, wanita dll.. kita juga seharusnya sopan.
Kalau dalam bahasa jawa terdapat beberapa bahasa yakni ada kromo inggil, kromo alus, ngoko alus dll..mungkin sebagai bukti bahwa leluhur di jawa sangat menjunjung tinggi sopan santun (toto kromo)
Selama ini mungkin kita terlalu kebarat-baratan, mungkin sudah saatnya kita kembali ke jati diri kita dengan merundukan kepala.

Karena arus zaman, bahasa Ibu telah terkikis oleh bahasa Ibu (atau) Bapak Guru – yaitu Bahasa Indonesia.
Anak saya, baik yang di SD maupun yang di TK, lebih fasih berbicara Bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Apalagi yang kromo. mBoten ngertos babar pisan…
-Saya termasuk yang tidak menggunakan bahasa kromo inggil kepada embah,emak dan paman. Ini sebenarnya tidak bagus tetapi lha sudah terlanjur je.Tretapi ini tidak mengurangi rasa hormat dan bakti saya kepada orang tua dan orang yang lebih tua.
-Kita tidak menyalahkan orang tua yang tidak mengajari kita tetapi lebih baik menyalahkan diri sendiri.
-terima kasih sudah diingatkan